Keadilan, masih adakah untuk rakyat miskin??

nenek Minah dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas ini harus menghadapi masalah hukum hanya karena tiga biji kakao yang nilainya Rp 2.000.

Itu adalah salah satu bentuk ketidak adilan yang dialami oleh rakyat kecil.. Lantas masih adakah bentuk keadilan itu? jawabanya ADA.. akhirnya nenk Minah mendapato vonis bebas.

Keadilan untuk rakyat miskin, dijaman Rasulallah SAW, terdapat sebuah kisah..

Pada suatu malam ada pencuri masuk ke dalam rumah saudagar, sialnya pencuri itu tertangkap basah ketika mengambil satu batang emas. Dibawalah pencuri itu ke lapangan dan tersebarlah berita dengan cepat akan hal pencuri itu. orang ramai ramai ingin merajam dan sesuai dengan hukum bahwa pencuri harus dipotong tangannya.

Beruntung Rasulallah lewat dan bertanya ada apa. Diberitahu bahwa ada pencuri yang ingin dihukum, lantas rasulallah bertanya kepada pencuri, “Kenapa engkau mencuri ?”, pencuri menjawab “Ya Rasulallah, keluargaku sedang kelaparan dirumah dan tidak ada bahan makan dirumah, sedangkan aku miskin papa”. Mendengar hal itu rasulallah meminta untuk diatas ke rumah pencuri itu. Rasulallah terhenyak, rumah si pencuri sangat tidak layak dan melihat kondisi keluarga dalam kondisi kritis. Lalu rasulallah bertanya kepada pencuri “Apa yang kamu curi dari saudagar ?”, “aku mengambil 1 batang emas” jawab pencuri. Lalu rasulallah bertanya kepada saudagar ” Apakah engkau sudah menunaikan zakat ?”, saudagar menjawab dengan nada takut “Belum ya rasulallah..”.

Lantas rasulallah menyuruh saudagar memberi makanan serta kebutuhan untuk keluarga si pencuri. Si pencuri berterima kasih kepada rasulallah…

diatas adalah cuplikan cerita masa lampau tentang keadilan untuk rakyat miskin.. masih adakah keadilan yang lain?? hanya kita yang mampu menjawabnya

2 thoughts on “Keadilan, masih adakah untuk rakyat miskin??

  1. tiara mengatakan:

    penipu di keluarga.
    pada taun 2006-2007,om saya pinjem akte rumah nene saya.
    nenek saya janda,yang di tingal mati suaminya (kakek) saya dan di warisi rumah semata wayang dari almarhum (kakek).
    sinkat cerita om saya pada saat

  2. tiara mengatakan:

    penipu di keluarga.
    pada taun 2006-2007,om saya pinjem akte rumah nene saya.
    nenek saya janda,yang di tingal mati suaminya (kakek) saya dan di warisi rumah semata wayang dari almarhum (kakek).
    sinkat cerita om saya pada saat itu kesulitan uang,karena sebagai keluwarga nenek saya meminjamkan sertifikat rumah untuk jaminan ke bank.
    Dengan jaminan 10 taun masa angsuran,ditengah perjalanan cicilan itu mogok.atas dasar mau tidak mau saya yang meneruskan cicilan rumah sedikit demi sedikit karena kalau tidak gitu rumah nenek saya akan di sita bank dan yang lebih mengangetkan lagi akte rumah di nganti nama atas namanya,benar benar licik.dan mau tingal dimana kami,karena kami bukanlah keluwarga kaya raya,demi menyicil rumah saya menyisihkan sedikit demi sedikit uang gaji saya sebagai buruh swasta,dan saya merasa kasian sama nenek saya,demi makan nenek saya rela dan mau menjadi buruh cuci di,buruh masak di rumah tetengga,bukan hanya itu kondisi rumah nenek yang tua yang bocor dimana mana dan sudah hampir rubuh karena keropos kena bocoran air hujan.
    saya merasa gerah,dan merasa ini ga adil untuk kami yang orang miskin terdzolimi,asal bapak atau ibu tau,om saya terbilang kaya dan punya pengasilan,gimana ga kaya,mobil 2,motor 3,rumah 2,dan bukan itu saja dia orang yang sangat berpendidikan tinggi,ya di status pendidikanya si Cecep Priyadi.S2.
    selama dia bangkrut,sama sekali ga ada permisinya atau minta maaf karna tidak sangup lagi menbayar cicilan rumah sama sekali ga ada.
    saya bingung harus bagaiman untuk menegakan keadilan di dunia ini.mungkin di akhirat di saudah panti di hukum karna membuat orang teraniyaya,terdzolimi,tapai di dunia saya minta ke adilan untuk bisa seadli adilnya agar dia di hukum,karena tidak bisa bertangung jawab atas apa yang dia lakukan.kenapa si ga bisa orang kaya dia masuk penjara,karena dia kaya????,dan berpendidikan tinggi???,dan kami orang miskin yang buat makan aja susah apalagi menyewa pengacara untuk menjebloskan dia ke penjara mungkin ga orang kaya di masuk penjara???????????????????????????????.
    Mungkin kalau ada orang yang ber baik hati ibu atau bapak pengacara atau lembaga bantuan hukun (LBH),yang mau atau sudih membantu kami yang berhati mulia membantu orang miskin yang terdzolimi maka insya allah dibalas semua kebaikanya,kami sangat berharap sekali untuk mengusut kasus ini,kalau ada yang ber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: