Jakarta banjir, salah siapa ?

Jakarta merupakan ibukota Indonesia, dengan berbekal titel DKI (Daerah Khusus Ibukota). Jakarta memliki penduduk setidaknya 8.525.109 manusia (data dukcapil) dengan luas 661,52 km2.

 

Permasalahan yang paling menonjol di kota Jakarta adalah kemacetan dan banjir, disini Saya hanya membahas banjir saja ya.

 

Banjir, menurut wikipedia arti banjir adalah adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air.  Air, air merupakan senyawa yang memiliki prinsip hukum : selalu mencari tempat terbawah. Nah,  jadi banjir terjadi karena air berada di posisi bawah.

 

Sebab sebab banjir :

1.  Secara alami : Jujur, menurut pendapat Saya pribadi, banjir yang alami adalah ketika Allah SWT menurunkan bah kepada umat nabi Nuh AS.

 

2. Secara non alami : Pengertian non alami adalah akibat ulah manusia.

 

Kenapa sih Jakarta bisa banjir ??

1.  Daerah resapan air sangat memprihantinkan, contoh sederhana, ketika hujan, air yang jatuh dari genting rumah biasanya masuk ke talang air dan langsung masuk ke got. Kondisi ini diperparah dengan jalan yang sudah pasti diaspal atau di beton.

Kondisi ini merupakan kunci utama suksesnya banjir di Jakarta.

 

2. Jakarta sebagian wilayahnya dibawah permukaan laut, ya kalau kita punya rumah di bawah permukaan air laut, ya otomatis air buangan  ngga bakal bisa mengalir ke laut.

 

3. Drainase yang buruk, jujur sistem drainase kita sistemnya parah, kenapa ? karena kebanyakan di Jakarta banyak perumahan, otomatis karakteristik dari setiap drainase setiap perumahan berbeda,  misal di perumahan X gotnya memiliki ukuran 3 kali 2 meter, sedangkan perumahan sebelah hanya memiliki 2 kali 1 meter, otomatis peluang banjir semakin terbuka.

Banyak drainase tersumbat sampah dan air tidak langsung masuk ke drainase karena terhalang trotoar.

 

4. Sungai di Jakarta kondisinya parah,  lihat saja sungai ciliwung, isinya perumahan semi permanen.

 

Sebenarnya mudah mengatasi banjir di Jakarta :

1. Berantas semua perumahan di sekitar sungai.

2. Keruk semua sungai, kali , drainase dan got di Jakarta sampai kedalaman minimal 4 meter.

3. Semua sungai, kali , drainase dan got di Jakarta harus saling terhubungi satu dengan yang lainnya.

4. Perbanyak lubang biopori.

 

Saya yakin sekali kalau ketiga cara itu Jakarta tidak akan banjir kecuali diberi kiriman dari kota tetangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: