Cabai mahal, rakyat kecil menderita ?

Sebenarnya sudah lama ingin menulis ini, tapi waktunya belum pas…

Waktu itu sedang ramai – ramainya pemberitaan dengan mahalnya harga cabai di media, pemerintah dianggap lalai dan mengakibatkan rakyat kecil kembali sengsara. Apakah benar demikian ?

Ada opini dari dosen saya, yang juga ketua prodi di salah satu fakultas di Universitas Gunadarma. Sangat tidak masuk akal jika kenaikan harga cabai membuat rakyat kecil semakin menderita, alasannya :

  • Cabai bukanlah makanan pokok rakyat Indonesia. Apakah  ada manusia yang tiap sarapan makan cabai, makan siang makan cabai, ngemil makan cabai, makan malam makan cabai, sebelum minum obat makan cabai ?
  • Konsumsi cabai sangat kecil, berapa kilogram dalam seminggu anda makan cabai ? paling cuma 3 batang cabai dalam seminggu, beratnya hanya beberapa gram, itupun kadang kadang dibuang.
  • Cabai hanya menjadi pelengkap, bukan bahan utama panganan. Apakah nasi goreng tanpai cabai jadi bukan nasi goreng ? gado gado tanpa cabai jadi bukan gado gado ? Sambal pun yang pedas karena cabai masih ditambah dengan tomat, malahan tomatnya lebih banyak dari cabai.

Dikelas saya, ada teman asli dari Padang, terkenal dengan masakan bercabai, dia pun memberi tahu bahwa rasa pedas yang timbul ternyata bukan didominasi oleh cabai, melainkan oleh rempah rempah.

Dari  alasan diatas jelas lah harga cabai yang selangit dampaknya hanya kecil sekali, kalaupun harganya sangat murah, misalnya seribu rupiah per kilo, apakah anda mau menghabiskan berkilo kilo cabai dalam sehari ??

Sangat tidak masuk akal kenaikan harga cabai membuat rakyat kecil menderita. Namun memang politisasi kotorlah yang membuat menjadi demikian.

Semoga dengan tulisan ini mata dan hati terbuka lebar, masih banyak hal yang penting diluar sana yang jauh lebih penting daripada sengggok cabai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: