Mahasiswa identik dengan demo ?

Demo adalah singkatan dari kata demonstrasi. Arti demonstrasi (kbbi daring) adalah pernyataan protes secara massal. Demo selalu identik dengan mahasiswa. Bicara mahasiswa tentu bicara tentang diri saya sendiri (saat tulisan ini ditulis). Kita ketahui bahwasanya mahasiswa selalu kritis dengan gejolak yang terjadi di masyarakat. Ketika ada kasus korupsi, maka ramai ramai mahasiswa dari gabungan universitas melalukan demo.

Yang  jadi persoalan,  apakah demo bisa menyelesaikan persoalan ?? Jujur, selama saya hidup hanya 1 demo yang dianggap berhasil, yaitu demo menuntut alm. Suharto mundur dari Presiden Indonesia tahun 97.  Demo demo yang lain bagamana ? berhasil ? menurut pribadi saya jawabannya : TIDAK.

Kok bisa tidak berhasil ? Secara logika dan praktek,  demo yang dilakukan adalah sia sia, penyebabnya :

  • Demo dilakukan tidak pada tempatnya : contoh demo depan istana, yang mendengar “teriakan” hanya orang yang berdemo, petugas yang berjaga, penjual minuman dan orang lewat. Lah gimana mau didengar demonya kalau yang dituju tidak mendengar.
  • Anarkis, ciri khas demo di Indonesia adalah selalu berujung pada kerusuhan. Esensi yang mendasar yaitu tuntutan berubah menjadi kerusuhan, seharusnya yang didemo mengurus isi tuntunan berubah menjadi mengurus biang kerusuhan.

Kalau begitu, sebagai mahasiswa yang katanya kritis serta intelek apa yang harus dilakukan jika ingin demo ?

  • Demo dilakukan dengan cara diplomasi, prakteknya tidak lagi bawa spanduk, bakar ban bekas dll, diganti dengan cara mengajukan nota , memorandum atau surat yang langsung ditujukan ke instansi terkait.
  • Demo pencegahan, misalkan ada kasus korupsi, sebagai mahasiswa tentu wajib memberi ilmu dan pengetahuan tentang perilaku tercela korupsi, prakteknya bisa kunjungan ke sekolah untuk sosialisasi dampak dan bahaya korupsi.
  • Demo sindiran, misalnya ada kasus sampah yang tidak terurus, prakteknya mahasiswa bisa menyindir dengan kegiatan kerja bakti massal.

 

Tujuan dari demo adalah supaya instansi yang di demo “tergerak” secara lahir dan batin, batin manusia tergerak jika dilakukan secara halus dan elegan.  Meminta uang sepuluh ribu rupiah secara baik baik akan lebih efektif daripada meminta uang seribu rupiah dengan ancaman.

Saya, yang juga seorang mahasiswa, jujur malu dengan sikap kawan kawan yang mengatasnamakan mahasiswa ketika demo berujung anarkis.

Jika ingin mengubah bangsa dan negara ini, tolong ubah sikap individu masing masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: